|
Lomba Kreativitas dan Rekayasa Teknologi |
|
Ditulis oleh: Nanang Okta
|
|
Friday, 30 May 2008 |
- Rekayasa Teknologi dalam Mengatasi Pemanasan Global, paling lambat 10 Juli 2008 cap pos, diselenggarakan oleh BPPT. Untuk pelajar sekolah menengah atas dan umum.Info lengkap hubungi Panitia Lomba Rancang Bangun 2008: Panitia Lomba Rancang Bangun 2008
Gedung I BPPT Lantai 5 Bagian Humas Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340 Telepon : 021 3168211, 3168201, 3168219 Fax : 021 31924319, 3168219 Email :
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
- Penelitian dan Pengembangan Teknologi Terapan, paling lambat 17 Juni 2008 cap pos, diselenggarakan oleh Balitbangda Provinsi Lampung. Info lengkap hubungi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Lampung, Jl Basuki Rahmat No 21 Tlp (0721) 473153 Teluk Betung, Bandar Lampung 35222. Untuk pelajar dan umum.
- Lomba Kreativitas Ilmiah Guru XVI Tahun 2008, paling lambat 7 Juni 2008.
Panitia Lomba Kreativitas Ilmiah Guru XVI Tahun 2008 Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI Sasana Widya Sarwono Lt. 5 Jl. Jend. gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan 12710 Tlp. 021.5225711 dan 5251834 ext. 273,274, dan 276 fax. 021.52920839
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
- Pemilihan Pelajar Muda Indonesia (PPMI) Ke-14 Tahun 2008, paling lambat 13 Juli 2008. Info Lengkap hubungi:
Panitia Pemilihan Pelajar Muda Indonesia (PPMI) Ke-14 Tahun 2008 Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt.V Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta Selatan 12710 Telepon 021-52920839 / 021-5225711 Psw.274,273 dan 276 Fax. 021-52920839, 5251834
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
- Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke 7 Tahun 2008, paling lambat 7 Juni 2008 Panitia Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke 7 Tahun 2008
Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI Sasana Widya Sarwono Lt.V Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta Selatan 12710 Telepon 021-52920839/021-5225711 Psw.274,273 dan 276 Fax. 021-52920839, 5251834
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
|
|
|
Ada Apa Dengan BBM di Negara Kita? |
|
Ditulis oleh: Nanang Okta
|
|
Thursday, 15 May 2008 |
|
Oleh: Nanang Okta Viyanto, S.T Dahulu kala, saat minyak ditemukan ada harapan kehidupan makin baik. Mulai dari alat perang yang semakin baik hingga pada kehidupan masyarakat semua makin baik. Tetapi, apa yang terjadi saat ini, akibat minyak (bahan bakar fosil) makin langka (habis)? Kenaikan harga minyak mentah dunia membuat pemerintah kita (dan dunia) semakin bingung. Dimana kenaikan harga minyak mentah dunia ikut menyebabkan perubahan APBN kita. Lalu pemerintah pun sepertinya tak mau dibuat repot. Oleh karenanya, kenaikan harga BBM sepertinya menjadi solusi terakhir atas efek yang ditimbulkan dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Memang akhir-akhir ini berita tersebut telah membuat resah masyarakat kita. Karena, kenaikan BBM ikut mendongkrak kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Penulis akui, kenaikan BBM memang tidak dapat dibendung lagi. Kegiatan mafia minyak menimbun BBM dan gas elpiji yang menyebabkan kelangkaan minyak di berbagai daerah semakin membuat masyarakat kita susah.Sudahkah Pemerintah kita berfikir akan dampak sosial ekonomi yang akan dihasilkan? Pemerintah kita selalu menyuruh masyarakat untuk berhemat energi, tetapi para ekskutif dan legislatif kita dengan leluasa menggunakan energi tanpa ada batasan. Sudahkah pemerintah mencanangkan hemat energi di lingkungannya sendiri, berapa rupiah yang harus dikeluarkan dari APBN (baca uang rakyat) untuk membiayai penerangan kantor-kantor pemerintahan, biaya perjalanan dinas, tunjangan kendaraan bermotor dan tunjangan bensin (yang rencananya untuk keperluan kantor tetapi disalah artikan oleh sebagian besar oknum pegawai pemerintahan kita), berapa rupiah juga uang rakyat kita dikorupsi oleh para oknum pemerintah kita? Mari kita sama-sama saksikan betapa megahnya penerangan di Istana Presiden, kantor Gubernur, Bupati, maupun kantor-kantor pemerintahan lainnya (baik dinas maupun departemen). Hal ini bertolak belakang dengan kondisi masyarakat desa nun jauh disana, sebagai contoh di daerah transmigrasi, yang notabene untuk pemerataan penduduk tetapi malah dikesampingkan akan kebutuhan untuk mendapatkan penerangan (PLN), bukankah pemerintah kita sudah megeluarkan slogan “Listrik untuk hidup yang lebih baik?”
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Mewawancara Kandidat Penerima Beasiswa |
|
Ditulis oleh: Nanang Okta
|
|
Monday, 12 May 2008 |
|
Beberapa waktu lalu saya mendapat undangan untuk membantu proses wawancara beberapa kandidat untuk beasiswa tertentu. Jumlah kandidat yang akan diwawancarai tidak banyak, hanya tujuh orang. Mereka dipilih berdasarkan formulir aplikasi yang telah mereka kirim sebelumnya. Tentu saja, yang hadir untuk wawancara ini adalah orang-orang yang dianggap paling memiliki potensi untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Dari ketujuh orang yang hadir, satu orang bekerja di sektor swasta. Satu orang bekerja sebagai volunteer di salah satu LSM. Sedangkan lima orang yang lain bekerja sebagai dosen. Apakah ini berarti bahwa dosen mempunyai kesempatan yang lebih tinggi untuk menerima beasiswa? Saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Saya yakin setiap kali ada kesempatan beasiswa yang dibuka, pemberi beasiswa akan menerima beberapa orang dari sektor swasta, pegawai negeri, LSM, maupun dosen. Saya tidak punya data jumlah surat lamaran yang masuk dari setiap kategori jadi saya tidak bisa menghitung persentase kemungkinan masuk per kategori. Kembali ke masalah wawancara. Karena salah perhitungan, saya terlambat cukup lama ke tempat wawancara diadakan.Akibatnya, saya tidak sempat mewawancara dua orang kandidat yang pertama dan hanya bisa mewawancarai lima orang kandidat lainnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh: Insan Gunawan
|
|
Friday, 09 May 2008 |
|
Modul Pelatihan AutoCAD 2006 yang digunakan pada pelatiha Engineering Software YPC |
|
|
Energi Terbarukan Dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit |
|
Ditulis oleh: Insan Gunawan
|
|
Thursday, 20 March 2008 |
|
Naiknya harga gas Elpiji (LPG) membuat kita tersadar bahwa bahan bakar yang ditambang dari perut bumi lambat-laun akan habis. Ketersediaan bahan bakar gas Elpiji akan semakin menipis dan harganya pun akan semakin membumbung tinggi. Sudah saatnya kita beralih ke sumber energi yang dapat diperbaharui. Salah satunya energi terbarukan dari limbah pabrik kelapa sawit. Energi dari bahan tambang seperti minyak bumi dan gas bumi diperkirakan akan habis dalam waktu yang relatif singkat. Mau tidak mau Indonesia harus segera mencari sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energi) untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Salah satu sumber energi terbarukan yang belum banyak dimanfaatkan adalah energi dari biomassa. Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi telah menghitung potensi energi dari biomassa yang besarnya mencapai 50.000 MW, namun yang sudah dimanfaatkan hanya sebesar 302 MW. Salah satu biomassa yang jumlahnya sangat besar dan belum banyak dimanfaatkan adalah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang jumlahnya mencapai ribuan ton. Limbah pabrik kelapa sawit sangat melimpah. Saat ini diperkirakan jumlah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia mencapai 28,7 juta ton limbah cair/tahun dan 15,2 juta ton limbah padat (TKKS)/tahun. Dari limbah tersebut dapat dihasilkan kurang lebih 90 juta m3 biogas. Jumlah ini setara dengan 187,5 milyar ton gas Elpiji. Jumlah biogas ini cukup untuk memenuhi kebutuhan gas satu milyar KK (kepala keluarga) selama satu tahun. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Keuntungan Ganda Diharapkan dari Proyek Reduksi Gas TPA Bekasi (Siaran Pers) |
|
Ditulis oleh: Insan Gunawan
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
World Bank Office Jakarta Jakarta Stock Exchange Building Tower 2, 12 th Floor (62-21-5299-3000 Contact :
In Jakarta: Randy Salim - 021 5299-3259
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
In Washington: Anita Gordon - (202) 473 1799
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
Emisi gas rumah kaca berkurang; pengumpulan dan pembuangan limbah padat diseluruh Jakarta meningkat sebagai hasilnya Bekasi, 3 Maret, 2008—Bank Dunia pada hari ini menanda-tangani sebuah Perjanjian Pembelian Reduksi Emisi yang inovatif dengan PT. Gikoko Kogyo Indonesia (Gikoko) yang akan segera mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan pengelolaan limbah padat dan menyediakan pendanaan bagi masyarakat local di Kotamadya Bekasi. Dalam perjanjian ini, Bank Dunia, bertindak sebagai pengampu dari the Netherlands Clean Development Mechanism Facility, akan membeli Sertifikat Pengurangan Emisi yang sama dengan kurang lebih 250,000 ton CO2. Kredit ini akan didapatkan dari pengumpulan dan pembakaran gas metan yang dihasilkan dari limbah padat yang dibuang di TPA Sumur Batu, di perbatasan Timur Laut TPA Bantar Gebang (tempat pembuangan sampah DKI Jakarta). Pembelian ini dilakukan berdasarkan Clean Development Mechanism dari Protokol Kyoto. CDM membolehkan Negara-negara untuk mencapai sebagian dari pengurangan emisi mereka sesuai dengan Protokol dengan membeli kredit dari proyek Negara berpendapatan menengah seperti misalnya Indonesia. “Proyek ini, bersama dengan beberapa proyek CDM yang mulai bermunculan di Indonesia, merupakan indikasi dari peran penting Negara ini dalam menanggapi masalah perubahan iklin,’ kata Joachim von Amsberg, Direktur Negara Bank Dunia untuk Indonesia. “Hal ini juga merupakan sebuah indicator dari komitmen jangka pangjang Indonesia sebagai mitra global dalam upaya untuk mencari penyelesaian masalah pemanasan global .” Proeyk ini membuat Kotamadya Bekasi sebagai pionir dalam pengelolaan limbah padat yang ramah lingkungan di pulau Jawa. “Bekasi bangga dapat memainkan peran, walaupun kecil, dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Akhmad Zurfaih HR, Walikota Kotamadya Bekasi. “Kami juga bangga telah mengambil langkah pertama untuk memperbaiki pengelolaan limbah padat di wilayah Jakarta raya.” |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 12 - 22 of 22 |
|
|
Yang Online
Statistik
Visitors: 27107
|
|