Home arrow Berita YPC
Selamat Datang! di situs resmi Yayasan Pijar Cendikiawan, sebuah yayasan yang konsen di bidang Energi Terbarukan (Renewable Energy) dan pemberdayaan masyarakat
 
Berita YPC
YPC dalam SNETI I E-mail
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Tuesday, 28 December 2010

Selama ini kebutuhan energi dunia dipenuhi oleh sumber energi yang tidak terbarukan seperti minyak bumi dan batu bara. Namun sumber energi jenis ini tidak selamanya dapat mencukupi seluruh kebutuhan manusia dalam jangka waktu yang panjang karena kebutuhan energi berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk, pengembangan wilayah dan pembangunan. Sementara cadangan energi yang tidak terbarukan semakin lama semakin menipis dan juga proses produksinya yang membutuhkan waktu jutaan tahun.

       Pemanfaatan sumber energi terbarukan dianggap merupakan solusi sumber energi di masa datang untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin lama semakin besar. Hal ini karena sumber energi terbarukan memiliki keunggulan antara lain dalam waktu proses produksi yang relatif tidak begitu lama dibandingkan sumber energi tak terbarukan. Hal ini menyebabkan sumber energi terbarukan tidak akan habis. Namun sumber energi terbarukan selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia.

Selengkapnya...
 
Green Festival 2010 : Suatu cermin upaya mitigasi & adaptasi perubahan iklim E-mail
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Friday, 12 November 2010
Perubahan iklim yang diakibatkan oleh emisi gas rumah kaca (GRK) yang berlebihan sudah sangat terasa dampaknya saat ini. Beberapa dampak nyata yang dimaksud adalah kemarau yang semakin panjang serta musim hujan yang singkat namun memiliki kecenderungan intensitas curah hujan yang lebih tinggi, meningkatnya permukaan air laut, krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis, kebakaran hutan, serta hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi (Armeli Meifiana etl, 2004). Studi yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), menyatakan bahwa terdapat peningkatan permukaan air laut Teluk Jakarta setinggi 0,8 cm. Kementerian Negara Lingkungan  Hidup (2007) menjelaskan bahwa  di tahun 2006 terdapat 262.984 ha area persawahan yang terendam banjir dan 104.802 ha diantaranya gagal panen.  Tidak hanya itu, di tahun yang sama, area persawahan yang terkena kekeringan mencapai 262.592 ha dengan 63.568 ha diantaranya mengalami gagal panen. Sementara dari sisi ekonomi, Steinberg, F. (2007) memberikan gambaran kerugian materiil sebesar USD 453 juta  akibat banjir besar yang melanda Jakarta dan menyebabkan 80 orang meninggal.
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 6 of 39

Statistik

Visitors: 322786


© 2012 Yayasan Pijar Cendikiawan.
Hosted By VIPNET Lampung