|
Ditulis oleh: Barony Herdiarto
|
|
Monday, 20 July 2009 |
|
Di banyak negara berkembang termasuk Indonesia sumber energi terbarukan (ET) merupakan sumber energi yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Suplay energi yang berasal dari sumber ET sudah mencapai angka 13.5% dari total kebutuhan energi dunia. Dimana 77.5% suplay ET berasal dari negara berkembang & negara sedang berkembang namun angka ini diperoleh dari hydropower & biomass tradisional (arang dan kayu bakar) yang jumlahnya mencapai 90% dari produksi ET (IEA, 2003). Jika ditinjau dari dampak sosial dan ekologi maka pemanfaatan kedua sumber ET ini harus mendapatkan perhatian lebih serius. Penggunaan biomass tradisional dapat menyebabkan polusi di dalam ruangan dan juga di luar ruangan dan juga dapat menyebabkan penyakit ispa bagi penggunanya. Sedangkan penggunaan hydropower dalam skala besar menyebabkan pengaturan kembali aliran air, pengaturan kembali populasi setempat, pengaturan habitat sekitar dan pengrusakan ”biodiversity”. Pemanfaatan sumber ET yang dampaknya sangat kecil terhadap lingkungan dan struktur sosial disebut dengan teknologi energi terbarukan modern seperti energi angin, matahari, geothermal, modern biomass, micro hyro dan energi laut. |
|
Selengkapnya...
|