Home arrow Berita YPC arrow Apresiasi Karya Tulis SMA LITL 2009
Selamat Datang! di situs resmi Yayasan Pijar Cendikiawan, sebuah yayasan yang konsen di bidang Energi Terbarukan (Renewable Energy)
 
Apresiasi Karya Tulis SMA LITL 2009 E-mail
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Sunday, 10 May 2009

Sepuluh finalis lomba karya tulis SMA LITL 2009 (1) mengangkat tema pemanfaatan limbah sebagai sumber energi batu dan terbarukan (EBT) pantas mendapatkan apresiasi dan membuktikan bahwa untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan dapat digagas dan dilakukan oleh kalangan pemuda usia sekolah.

Walau produk teknologi yang dihasilkan terbilang sederhana, namun itu sudah membuktikan bahwa banyak pihak yang peduli pada pemanfaatan sumber EBT dalam kehidupan sehari-hari. Apresiasi ini layak kita berikan kepada para penggagas dan peserta lomba dimana mereka telah turut mensosialisasikan program konservasi energi dan berkarya dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar mereka. Bukanlah kapasitas para pelajar SMU untuk menghasilkan suatu produk yang sempurna namun mereka dapat berkarya dalam keterbatasan sumber literature khususnya mengenai pemanfaatan EBT versi bahasa Indonesia merupakan suatu nilai positif. Sumber literature teknologi EBT yang banyak terdapat pada digital library perguruan tinggi tidaklah mudah untuk diakses akan tetapi peran guru dalam memotifasi para siswa dan keingintahuan para siswa terhadap suatu inovasi teknologi harus terus dikembangkan. Teknologi sederhana ini timbul karena adanya ketersediaan akses dan keingintahuan pada pelaku lomba sehingga dapat membuat suatu produk yang penggunaannya dapat diduplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi yang sama.

Terkait dengan program pemerintah mengenai desa mandiri energi (DME) yang memaksimalkan potensi local untuk ketersediaan energi maka peran sekolah dan pemuda desa dapat dioptimalkan. Contoh program yang dilaksanakan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) mengenai program sosialisasi dan bimbingan teknik tentang persiapan guru-guru sekolah menengah kejuruan untuk menyusun kurikulum energi terbarukan(2) seharusnya merupakan program dasar atau pelaksanaannya dilakukan secara simultan dengan program desa mandiri energi.

Dari beberapa kajian menilai bahwa rendahnya SDM dipedesaan merupakan salah satu penghambat proses pengembangan teknologi energi terbarukan. Disisi lain optimalisasi peran lembaga pendidikan kejuruan atau sederajat dalam mendukung program konservasi dan efisiensi energi belum optimal walau kebijakan mengenai penyusunan kurikulum berdasarkan potensi wilayah sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Untuk menselaraskan antara program pemerintah mengenai konservasi, diversifikasi dan efisiensi energi dengan pengembangan kurikulum berbasis potensi wilayah dibutuhkan suatu pendekatan baru yang penjabarannya didukung oleh stakeholder terkait. Pendekatan ini dapat bersifat ekstrakulikuler ataupun intrakulikuler (3). Lembaga perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat berfungsi sebagai sumber informasi ataupun lembaga pelatihan bagi para guru sekolah kejuruan atau yang sederajat.

 

 

Daftar pustaka

1.      Finalis karya tulis sma LITL 2009, http://litl-hmtl.blogspot.com/

2.      Dadan Kusdiana, DR, Sinkronisasi dan paket peraturan yang memberikan insentif dalam mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan, Seminar ketenagalistrikan, Auditorium BPPT, 23 April 2009, Jakarta

3.      Ahmad Taufik, Program konservasi energi dasar, Disampaikan ke pimpinan, staf pengajar Sekolah Budhi Warman dan pimpinan Yayasan Pendidikan Budhi Warman, 3 Februari 2009, Jakarta

 

 
< Prev   Next >

Statistik

Visitors: 140631


© 2010 Yayasan Pijar Cendikiawan.
Hosted By VIPNET Lampung