|
Teknologi umumnya dikaitkan dengan sesuatu yang rumit dan mahal ketersediaannya. Namun teknologi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia baik di perkotaan terlebih di pedesaan. Teknologi yang dikembangkan oleh negara maju ketersediaannya didasari oleh solusi memperingan aktifitas manusia dan ketersediaan komponennya dapat berasal dari beberapa negara sehingga harga beli pada pengguna menjadi mahal.
Akan tetapi jika teknologi tersebut merupakan jawaban terhadap peningkatan kesejahteraan penggunanya, maka dapat dikatakan bahwa teknologi tersebut adalah teknologi tepat guna. Sebagai contoh mobil satelit yang dimiliki oleh stasiun televisi, merupakan teknologi tepat guna bagi stasiun televisi karena dapat menunjang program kerja mereka. Namun pengertian mengenai teknologi tepat guna sering diterjemahkan sebagai teknologi sederhana. Seharusnya teknologi tepat guna diterjemahkan sebagai teknologi yang keberadaannya sesuai dengan kebutuhan untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi, memiliki kemampuan dalam mengoperasionalkannya dan memiiki akses untuk merawat dan memperbaikinya. Dengan demikian maka teknologi tepat guna dapat berupa teknologi sederhana maupun teknologi maju. Pada dasarnya, teknologi yang diperuntukkan bagi masyarakat pedesaan khususnya masyarakat miskin adalah teknologi yang pro rakyat dimana teknologi yang dikembangkan mengadopsi kemampuan local, menjawab permasalahan masyarakat miskin dan bersifat sederhana dalam pengoperasiannya. Untuk memperoleh teknologi yang sederhana, institusi riset kita sudah mampu menyediakan teknologi tersebut. Hal ini terbukti dengan laporan-laporan lembaga penelitian yang ada di Indonesia baik dari lembaga penelitian perguruan tinggi maupun lembaga penelitian pemerintah. Namun, masih diperlukan penyesuaian agar teknologi tersebut dapat diadopsi oleh masyarakat miskin terutama keterkaitannya dengan kemampuan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu perlu dilakukan adaptasi teknologi yang sudah tersedia ke arah maksimalisasi komponen local, pemenuhan permintaan pasar domestic khususnya daerah pedeaan dengan memperhatikan mata pencaharian mayoritas masyarakat desa. Dilihat kondisi georgrafis Indonesia, mayoritas masyarakat Indonesia adalah masyarakat agraris dan masyarakat pesisir yang tentu saja memiliki permasalahan yang berbeda. Untuk masyarakat perdesaan yang berbasis pertanian, permasalahan yang dominan adalah (i). upaya meningkatkan produksi pertanian yang juga sekaligus dapat meningkatkan pendapatan petani; dan (ii). upaya mengurangi kehilangan hasil selama panen dan pasca panen, termasuk pengolahan hasil-hasil pertanian menjadi produk olahan yang lebih awet dan mempunyai nilai ekonomi yang lebih baik . Untuk masyarakat pedesaan yang berbasis perairan, kegiatan ekonomi yang dominan adalah sektor perikanan dan pada beberapa lokasi adalah sektor pariwisata. Permasalahan yang umumnya dihadapi antara lain terkait dengan: (i). kelangkaan air bersih, baik untuk kebutuhan domestik maupun untuk pemenuhan kebutuhan kegiatan ekonominya (pengolahan hasil laut atau pariwisata); dan (ii) armada dan peralatan penangkapan ikan dengan biaya operasional yang masih tinggi (terkait harga BBM yang tinggi) Dukungan teknologi untuk mengembangkan small-scale, on-site agroindustry merupakan salah satu pilihan yang tampaknya akan cocok diterapkan pada masyarakat berbasis pertanian sedangkan dukungan teknologi penangkapan ikan dan pengolahan hasil laut merupakan bentuk dukungan teknologi teknologi tepat guna yang keduanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dipedesaan(1). Daftar pustaka 1. Benjamin Lakitan, Teknologi pro rakyat, |