|
Konsumsi sumber energi nasional yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan perekonomian menjadi suatu tantangan dalam pengelolaan energi nasional. Program konservasi dan diversivikasi energi telah dicanangkan pemerintah khususnya dalam print biru pengelolaan energi nasional 2005 – 2025 dan kepres nomor 5 tahun 2006. Propinsi Sumatera Selatan dengan kondisi topografi yang berbukit dan dialiri banyak sungai serta pemanfaatan lahan yang sebagian besar untuk perkebunan dan pertanian merupakan potensi pengembangan sumber energi terbarukan seperti arus pasang surut sungai, sekam padi, minyak jarak dll. Selain itu 25% sumber energi tidak terbarukan nasional berada di Sumatera Selatan sehingga menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu tulang punggung bagi penyedia sumber energi tak terbarukan nasional.
Universitas Sriwijaya sebagai lembaga kajian pemanfaatan sumber energi terbarukan maupun sumber energi tidak terbarukan memiliki peran yang sangat srategis dalam pengembangan teknologi dan mensosialisasikan pemanfaatan sumber energi yang berdasarkan potensi setempat sehingga memiliki daya saing global bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Atas dasar hal inilah maka Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya kembali mengadakan seminar nasional Added Value of Energy Resources II (AvoER II) yang selenggarakan di gedung Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya dari tanggal 20 Juli – 30 Juli 2009. Seminar AVoER II yang bertemakan ”Pengelolaan sumber daya energi secara bijak dalam menghadapi krisis energi nasional” memiliki tujuan ”menyatukan para akademisi/dosen, peneliti dan pemerhati masalah energi untuk berdiskusi dan berbagi gagasan pada masing-masing bidang yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya energi”. Kajian materi seminar dibagi dalam tiga kelompok yaitu (i). Konservasi energi, (ii). Konversi energi, (iii). Lingkungan.dan lain-lain.
 (a) (b) Gambar 1. (a). Pembukaan seminar AvoER II oleh perwakilan rektor Universitas Sriwijaya, (b). Keynote speaker sesi I (Fakultas Teknik, walikota Palembang, DESDM, PT. Bukit Asam dan Rusnas Unsri) Seminar ini di buka secara resmi oleh perwakilan rektor Universitas Sriwijaya yang kemudian dilanjutkan oleh beberapa keynote speaker, yaitu : perwakilan menteri ESDM, perwakilan gubernur Sumatera Selatan, perwakilan PT. Semen Baturaja, General Manager PT. Telkomsel cabang Sumatera Selatan dan International keynote speaker (University Tecnology Malaysia). Acara pembukaan seminar nasional AvoER II dihadiri oleh berbagai kalangan antara lain perwakilan pemerintahan, BUMN, badan usaha swasta atau perorangan dan beberapa perwakilan dari perguruan tinggi di Sumatera Selatan. Sementara pemakalah yang turut berpartisipasi dalam seminar AVoER II ini adalah para peneliti, pemerhati, akademisi, industri, pemerintah dan praktisi dari berbagai latar belakang disiplin ilmu yang memiliki karya ilmiah sebagai sumbangan pemikiran dalam pengelolaan sumber daya energi nasional. Pada seminar AVoER II ini empat makalah Yayasan Pijar Cendikiawan (YPC) berhasil lolos seleksi panitia tim ahli AVoER II dengan bidang kajian konservasi energi & konversi energi. Makalah yang masuk dalam bidang kajian konservasi energi adalah (i). Implementasi kampung pendidikan energi (KPE) di Indonesia: Survey pendahuluan di desa Kutamanah kabupaten Purwakarta – Jawa Barat, (ii). Kampung pendidikan energi (KPE): konsep dan rencana strategis impelementasi pilot project di Indonesia dan (iii). A satellite monitoring of wind resource for java island Indonesia: preliminary modelling of kampung pendidikan energi (KPE) – Purwakarta. Sedangkan makalah (iv). Wind resource assessment for the Bangka Belitung - Indonesia: a preliminary satellite monitoring on wind characteristics masuk dalam bidang kajian konversi energi. Menimbang efesiensi waktu dan keterkaitan antara makalah moderator meminta pemakalah untuk menggabungkan paparan makalah (i) & (ii) digabungkan sehingga diskusi & tanya jawab mencakup kedua judul makalah tersebut. Begitu juga dengan makalah (iii) & (iv) yang memiliki kajian yang hampir serupa, maka moderator juga meminta pemakalah untuk menggabungkan paparan baru dilanjutkan dengan penggabungan tanyajawab dan diskusi.
Paparan makalah (i). Implementasi kampung pendidikan energi (KPE) di Indonesia: Survey pendahuluan di desa Kutamanah kabupaten Purwakarta – Jawa Barat, dan (ii). Kampung pendidikan energi (KPE): konsep dan rencana strategis impelementasi pilot project di Indonesia mendapat tanggapan yang cukup luar biasa dari para pemakalah dan peserta seminar lainnya.  (a) (b) Gambar 2. (a) Foto satelit desa Kutamanah, (b). Ilustrasi program implementasi KPE Hal ini karena konsep yang diangkat merupakan perpaduan antara bisnis & penelitian dimana di dalamnya terdapat investor, lembaga penelitian, kerjasama luar negeri dan simultan dengan program pemerintah setempat. Sekilas makalah ini dipandang terlalu luas dan belum focus pada suatu masalah, namun setelah diberikan penjelasan batasan dari masing-masing makalah, kelanjutan dari makalah dan kajian energi yang terdapat dalam makalah (iii) maka peserta dapat menerima penjelasan tersebut. Terdapat sanggahan dan saran mengenai KPE yang akan didirikan di desa Kutamanah dimana di desa ini telah terdapat jaringan listrik PLN dan sebaiknya membuat minimal satu rumah percontohan yang 100% bebas dari listrik PLN sehingga warga tertarik untuk memilikinya. Terhadap pertanyaan ini, penjelasan konsep KPE secara lebih mendalam mengenai arti pendidikan energi, kemandirian energi sebagai pondasi perekonomian masyarakat setempat dan energi terbarukan sebagai pendukung infrastruktur warga & sarana pendidikan diharapkan dapat mengilustrasikan pemikiran YPC mengenai KPE. Sedangkan untuk membuat satu rumah percontohan yang 100% bebas dari listrik PLN, hal ini belum menjadi prioritas dari konsep YPC.  (a) (b) Gambar 3. (a). Profil topografi desa kutamanah, (b). Tampilan software word wind atlas. Paparan makalah (iii). A satellite monitoring of wind resource for java island Indonesia: preliminary modelling of kampung pendidikan energi (KPE) – Purwakarta. (iv). Wind resource assessment for the Bangka Belitung - Indonesia: a preliminary satellite monitoring on wind characteristics memberikan pencerahan bagi beberapa pemakalah lainnya terkait dengan pemanfaatan angin sebagai pompa air untuk wilayah yang sulit memperoleh air. Terdapat kesamaan karakteristik sistem pertanian antara penduduk di desa Kutamanah dengan penduduk di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, yaitu masih banyak yang menggunakan pengairan dengan sistem tadah hujan. Pemerintah dan Universitas Sriwijaya sedang mencari solusi terhadap permasalahan tersebut dan diharapkan dengan adanya suatu terobosan teknologi terutama teknologi energi terbarukan maka dapat meningkatkan hasil pertanian & perkebunan Sumatera Selatan. Selain itu, terjadi juga diskusi mengenai peta angin, pemanfaatan teknologi energi terbarukan khususnya angina dan matahari sebagai pendukung infrastruktur warga desa Kutamanah, potensi alam, keberadaan SDM dan jalinan kerjasama yang dilakukan untuk menerapkan pemanfaatan energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, seminar nasional AVoER II ini memberikan pencerahan ilmu dan juga peluang terjalinnya kerjasama dalam bidang pemanfaatan energi terbarukan khususnya di propinsi Sumatera Selatan. Namun, hal terpenting yang menjadi perhatian Yayasan Pijar Cendikiawan adalah semakin besarnya perhatian pemerintah dan kalangan perguruan tinggi dalam upaya konservasi energi dan diversifikasi energi sehingga semakin menggugah YPC untuk terus mengkampanyekan kegiatan konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan. Dukungan dari pemerintah sebagai pembuatan kebijakan dan perguruan tinggi sebagai insan akademisi tidak dapat dipisahkan dalam upaya pencapaian target penggunaan energi terbarukan sebesar 17% di tahun 2025. Di sisi lain, YPC sebagai lembaga swadaya masyarakat yang berbasiskan teknologi energi terbarukan juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga nasional dan internasional dan aktif dalam seminar nasional dan international terkait dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Kesamaan arah program kerja ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan yang berdasarkan potensi wilayah sehingga secara simultan dapat meningkatkan kesejahteraan warga setempat. |