Home arrow Other Articles arrow Peningkatan rasio elektrifikasi & upaya peningkatan keekonomian
Selamat Datang! di situs resmi Yayasan Pijar Cendikiawan, sebuah yayasan yang konsen di bidang Energi Terbarukan (Renewable Energy)
 
Peningkatan rasio elektrifikasi & upaya peningkatan keekonomian E-mail
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Monday, 14 September 2009

Program solar home system (SHS) : Peningkatan rasio elektrifikasi & upaya peningkatan keekonomian program SHS

 

Barony Herdiarto1, Ahmad Taufik2,3

1Staf peneliti Centre for Renewable Energy & Energy Conservation [CREEC] - Yayasan Pijar Cendikiawan Bandar Lampung.

2Peneliti Utama Centre for Renewable Energy & Energy Conservation [CREEC] - Yayasan Pijar Cendikiawan Bandar Lampung, 120 Teuku Umar, Penengahan Tj Karang Pusat - Bandar Lampung;

3Staf peneliti SEE-Murdoch University, Western Australia.

 

Website: http://www.pijar.org

Email : This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

 

 

 

 

Abstrak

Timpangnya angka pertumbuhan penduduk dan akses listrik di beberapa wilayah yang diakibatkan karena letak geografis wilayah & besarnya nilai investasi pembangunan jaringan listrik terpusat menjadikan pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai salah satu solusi penyediaan listrik di wilayah terpencil & dipedesaan.  Bank dunia di tahun 1990 an menganggap bahwa teknologi sel surya telah dapat diaplikasikan dilapangan. Seiring dengan isu Bank dunia ini, beberapa negara termasuk Indonesia meluncurkan program solar home system (SHS). Dalam perkembangannya, banyak analisa sudah dilakukan terkait kendala dan peluang keberlanjutan program SHS. Artikel ini memberikan gambaran pemanfaatan, metoda penerapan, hasil yang diperoleh dari program SHS dan strategi yang harus dilakukan untuk menjadikan program SHS sebagai program yang berkelanjutan dan mencapai nilai keekonomian.

 

1.      Latar belakang

Indonesia yang terletak di antara dua benua memiliki wilayah yang terbentang dari 6° lintang utara - 11° lintang selatan dan 97° - 141° bujur timur menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 26°C - 28°C. Indonesia dengan luas wilayah  1.937.179 km2 terdiri dari 17.508 pulau dan lebih dari 70.000 desa memiliki tingkat kepadatan penduduk & sarana infrastruktur yang berbeda – beda (wikipedia.org).

Pada tahun 2005, kepadatan penduduk Indonesia rata-rata adalah 116 per km2 dengan tingkat kepadatan tertinggi di Propinsi DKI Jakarta sebesar 13.344 per km2 dan yang terendah di Propinsi Papua dengan tingkat kepadatan 7 per km2. Di tahun yang sama, rasio elektrifikasi Indonesia baru mencapai 62% dengan gambaran propinsi DKI Jakarta masuk dalam kategori di atas 60% dan propinsi Papua masuk dalam kategori 20%-40% (bps.go.id).

 

 

                              

                   Gambar 1. Rasio elektrifikasi setiap propinsi di Indonesia (DESDM)

 

Arya Rezavidi & M.A.M.Oktaufik (2008) menyebutkan terdapat beberapa penyebab masih rendahnya rasio elektrifikasi Indonesia, yaitu (i). terbatasnya infrastruktur energi, (ii). harga energi tidak merefleksikan harga keekonomian, dan (iii). pemanfaatan energi tidak efisien. Sedangkan Fabby Tumiwa (2003) menyebutkan bahwa salah satu penyebab rendahnya elektrifikasi dikarenakan  terjadinya krisis ekonomi Indonesia 1997 & permasalahan ketersediaan bahan bakar fosil.

Menyikapi kendala tersebut, pemanfaatan sumber energi terbarukan yang potensinya banyak terdapat di wilayah terpencil dan pedesaan mulai dilakukan. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi sel surya  dengan program solar home system. Artikel ini memberikan gambaran tentang program solar home system (SHS) yang telah dimulai sejak tahun 1989 oleh BPPT di desa Sukatani Jawa Barat dan dampaknya terhadap pola penggunaan sumber energi di pedesaan. Selain itu, artikel ini memberikan gambaran langkah pencapaian nilai keekonomian & keberlanjutan dari program solar home system (SHS) sehingga pencapaian target rasio elektrifikasi nasional sebesar 93% di tahun 2025 merupakan angka yang akurat.

 

 

 

 
< Prev   Next >

Statistik

Visitors: 151804


© 2010 Yayasan Pijar Cendikiawan.
Hosted By VIPNET Lampung