|
Target Energi Terbarukan 2025 Terancam Gagal Dicapai |
|
|
Ditulis oleh: Administrator
|
|
Thursday, 15 October 2009 |
|
Jakarta, Target penggunaan energi terbarukan nasional 2025 terancam gagal tercapai, kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Ir Marzan Aziz Iskandar. Dalam sambutannya pada acara Peluncuran Buku "Outlook Energi Indonesia 2009" yang diterbitkan BPPT di Jakarta, Kamis (8/10), Marzan mengatakan, hasil dari prediksi BPPT terhadap kondisi kebijakan energi yang ada, dari empat skenario tidak satu pun yang berkesesuaian dan mendekati target. Empat skenario yang diajukan buku tersebut, yakni skenario rendah di mana rata-rata Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya empat persen per tahun dan skenario tinggi dengan pertumbuhan PDB 6,5 persen per tahun. Dengan skenario kombinasi jika harga minyak rendah 30 dolar AS per barel dan harga minyak tinggi 60 dolar AS per barel.
Ia mencontohkan, energi nuklir yang ditargetkan mencapai dua persen dari bauran energi nasional pada 2025 seperti pada Peraturan Presiden No 5 tahun 2006, hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Menurut Marzan, energi nuklir butuh sekitar 10 tahun masa pembangunan, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang mengarah pada dimulainya pembangunan tersebut. Contoh lainnya adalah energi matahari, energi angin, dan energi alternatif lainnya, kecuali energi yang berasal dari bahan bakar nabati (biofuel). Untuk biofuel, ujarnya, bisa masuk dalam tindak lanjut kebijakan nasional karena adanya mandatori atau paksaan dari Dirjen Migas Departemen ESDM, meskipun saat ini harga biofuel seperti biodiesel lebih tinggi dibanding harga solar.
Menurut dia, jika pemerintah ingin mengejar target pemanfaatan energi alternatif dari waktu yang tersisa, seharusnya segera menindaklanjuti Perpres tersebut dengan upaya-upaya paksaan, sehingga target-target bisa dijalankan dan ditingkatkan tahun demi tahun hingga 2025. Ia menyayangkan, kebijakan energi nasional masih juga bertumpu pada bahan bakar minyak, batu bara dan gas yang cadangannya sudah semakin menipis di masa depan, sedangkan energi alternatif masih dikesampingkan. Buku Outlook Energi ini, menurut Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar, merupakan studi tentang optimalisasi penyediaan energi jangka panjang guna mencapai kondisi pasokan energi yang aman, terjangkau dan berkelanjutan. |