|
Desa Tanjung Menang yang merupakan desa hasil program transmigrasi tahun 1985 terdapat di kecamatan Mesuji Timur saat ini dihuni oleh 2882 jiwa dengan persentase jumlah penduduk laki-laki sebanyak 52.6% dan penduduk perempuan sebanyak 47.4% (Profil desa, 2008). Sesuai dengan tujuan program transmigrasi pada repelita IV dan V, maka mayoritas pekerjaan penduduk desa Tanjung Menang adalah pertanian, perkebunan dan peternakan (97.15%) dan selebihnya berupa pedagang, pegawai negeri sipil dan pengrajin. Seiring dengan waktu terjadi perubahan pekerjaan utama yang semula mayoritas penduduk merupakan peternak sapi berubah menjadi petani kelapa sawit dan karet. Hal ini terjadi karena sapi-sapi yang mereka peroleh dari program inpres kabupaten dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mulai menghasilkannya tanaman keras berupa kelapa sawit dan karet yang juga mereka peroleh bibitnya dari program inpres (www.bappenas.go.id).

(a) (b) Gambar 1. Sarana dan Prasarana menuju desa Tanjung Menang. (a). Bus AKDP sebagai media transportasi dan perdagangan; (b). Kondisi jalan menuju desa Tanjung Menang & KTM Sementara itu, sekitar 15 km dari lokasi desa Tanjung Menang, terdapat Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang merupakan model transmigrasi modern dengan mengedepankan pemanfaatan teknologi energi terbarukan terutama sel surya sebagai sumber energi listrik. Dimana instalasi sel surya yang sudah dilakukan saat ini terbengkalai tanpa memberikan manfaat yang berarti pada peningkatan perekonomian warga sekitar.  (a) (b) Gambar 2. Infrastruktur di KTM Kabupaten Mesuji. (a). Supermarket; (b). Pertokoan Terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara transmigrasi tradisional dengan transmigrasi modern. Pada skema transmigrasi tradisional, para transmigran diberi bekal peralatan untuk membuka lahan dan diberikan fasilitas tempat tinggal seadanya dan kebutuhan rumah tangga yang semuanya gratis serta tanggungan biaya hidup selama enam bulan. Dimana semua itu merupakan daya tarik yang ditawarkan oleh pemerintah untuk para transmigran. Sementara dari pantauan sekilas mengenai telah tersedianya infrastruktur di daerah trasnmigrasi modern berupa perkantoran, pertokoan, pasar tradisional dan supermarket maka dapat disimpulkan bahwa daya tarik yang ditawarkan oleh pemerintah adalah lingkungan modern yang lengkap dengan sarana seperti diperkotaan. Banyak sisi yang dapat dikaji dari perbedaan daya tarik yang ditawarkan pemerintah terkait perbedaan model transmigrasi tradisional dan transmigrasi modern. Namun, terkait dengan slogan pembangunan yang berkelanjutan, skema pemanfaatan teknologi energi terbarukan sebenarnya dapat diterapkan pada desa-desa hasil transmigrasi tradisional. Terkait hal tersebut di atas maka ada beberapa hal dapat dijadikan perhatian seluruh stakeholder pembangunan pedesaan dan sumber daya manusia khusunya yang mengedepankan pemanfaatan teknologi energi terbarukan. 1. Transmigrasi Tradisional o Pada model transmigrasi tradisional, difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang merupakan potensi tersedianya sumber energi biomass. o Tersedianya sumber energi biomass di sekitar wilayah transmigrasi tradisional belum disikapi dengan upaya reboisasi hutan, kompor ramah lingkungan dan pemanfaatan asap hasil pembakaran biomass. o Terlatihnya warga transmigran dalam mengelola hewan ternak terutama sapi, tidak diimbangi dengan upaya sosialiasi pemanfaatan kencing dan kotoran sapi untuk usaha produktif atau kebutuhan energi rumah tangga o Model reaktor biogass sederhana yang dibuat dari bahan plastik harus ditingkatkan menjadi model permanen dari bata dengan mengedepankan keselamatan. o Belum diterapkannya konsep zero waste dalam industri dan limbah di lokasi transmigrasi yang memiliki potensi biomass o Peningkatan peran penelitian dalam upaya pengembangan desa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi energi terbarukan o Kajian terhadap potensi sumber energi terbarukan lainnya seperti energi angin dan energi surya o Pendanaan tidak hanya mengandalkan APBD & APBN pembangunan desa, namun juga potensi dana lain yang dapat diakses. Seperti dana penelitian, kuliah kerja nyata, ABRI masuk desa, lembaga donor, investor dll 2. Transmigrasi Modern Terkait dengan telah dilakukannya pembangunan infrastruktur di wilayah KTM yang menggunakan sel surya sebagai sumber pembangkit listrik, ada beberapa hal yang harus dikaji secala mendalam demi suksesnya program transmigrasi modern. - Seberapa jauh sarana infrastruktur yang telah dibangun bermanfaat bagi masyarakat sekitar
- Seberapa siap masyarakat sekitar dan SDM lokal dalam mengelola, merawat dan memperbaiki instalasi sel surya
- Seberapa siap masyarakat sekitar dalam menggunakan teknologi sel surya
- Apakah sel surya yang dipasang memiliki garansi sehingga ditemukan nilai ekonomis antara masa pakai dan biaya instalasi
- Bagaimana hubungan antara ktersediaan daya dan usaha produktif yang dapat dilakukan oleh masyarakat sekitar
- Apakah ada tahapan pelatihan mengenai persiapan SDM yang dapat memanfaatkan sel surya secara maksimal
- Dalam bentuk dan program apa pemerintah daerah mendukung berjalanya program KTM
Beberapa hal yang tersebut diatas merupakan pemikiran mengenai bagaimana suatu program yang memiliki slogan pembangunan yang berkelanjutan dapat diterapkan pada program-program sebelumnya dan melihat lebih luas mengenai pemanfaatan teknologi energi terbarukan dari sudut pandang sosial, budaya, teknologi dan ekonomi. Pemanfaatan teknologi energi terbarukan tidak akan berhasil jika tidak didahului oleh sosialisasi dan informasi mengenai teknologi yang dimaksud, terutama keunggulan dan kekurangan dan pola energi dari pengguna energi. Selain itu, wacana pemanfaatan energi terbarukan di pedesaan yang memiliki keterbatasan pasar, SDM dan informasi apakah akan berhasil tanpa adanya inkubator-inkubator penelitian disekitarnya? Daftar Pustaka 1. Bab 17, transmigrasi. www.bappenas.go.id/get-file-server/node/5924 2. Kota terpadu mandiri. http://ikbp-mesuji.blogspot.com/2009/06/rofil-ktm-mesuji.html 3. Profil desa Tanjung Menang, 2008. 4. Profil KTM Mesuji. http://ikbp-mesuji.blogspot.com/2009/06/rofil-ktm-mesuji.html Tenaga kerja, kesempatan kerja dan transmigrasi. www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6650/ |