Home arrow News arrow Bekasi Ramah Lingkungan
Selamat Datang! di situs resmi Yayasan Pijar Cendikiawan, sebuah yayasan yang konsen di bidang Energi Terbarukan (Renewable Energy)
 
Bekasi Ramah Lingkungan Print E-mail
Ditulis oleh: Insan Gunawan   
Monday, 17 March 2008

bekasi 1 - sampah

Bekasi, March 3, 2008 – Jika ada kota di pulau Jawa yang berhak dihargai atas pendekatan yang progresif dan ramah lingkungan untuk pembangunan berkesinambungan, kota tersebut adalah Bekasi. Sebagai kota berpopulasi dua juta orang di sebelah timur ibu kota, Bekasi telah menjadi kota pertama di pulau Jawa yang melakukan perjanjian pembelian pengurangan emisi yang menjanjikan manfaat lingkungan dan sosial.

Perjanjian ini melibatkan pendirian fasilitas pembakaran gas di TPA Sumur Batu, Bekasi, yang menghasilkan sampai tujuh ratus meter kubik limbah padat setiap tahunnya. Teknik pembakaran pada intinya adalah mengikat gas metana yang dihasilkan dari limbah padat, sehingga mengurangi jumlah polutan yang dihasilkan Bekasi. Metana adalah gas efek rumah kaca yang 21 kali lebih berbahaya daripada CO2, penyebab utama pemanasan global. Fasilitas pembakaran akan dibangun oleh PT Gikoko Kogyo Indonesia, perusahaan rekayasa yang mengkhususkan diri dalam teknologi udara bersih, dan dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada akhir Maret.

Bank Dunia, bertindak sebagai perwakilan Netherlands Clean Development Mechanism, akan membantu menyediakan komponen manfaat sosial. Berdasarkan perjanjian dengan Bekasi, Bank Dunia akan membeli 250.000 ton CO2 ekuivalen dari Certified Emissions Reductions (CER) setiap tahunnya, selama 15 tahun. Di pasar karbon global, satu CER sama dengan satu ton CO2 dan dihargai antara US$5 sampai $10. Dari kesepakatan yang ditandatangani antara Bank Dunia dan PT Gikoko, tujuh belas persen pendapatan yang dihasilkan akan digunakan untuk membangun Bekasi.

“Tujuh persen pendapatan akan digunakan untuk mendukung pembangunan masyarakat di Sumur Batu,” ujar Sekretaris Pemda Bekasi Tjandra Utama Effendi dalam konferensi pers menyusul acara penandatanganan. “Sisa yang 10 persen akan ditambahkan ke anggaran daerah.”

Bekasi 3 - Pontianak
Proyek pembakaran gas Bekasi merupakan yang kedua di Indonesia. Tahun lalu, Bank Dunia memfasilitasi perjanjian serupa di sebuah TPA di Pontianak, Kalimantan Barat. Proyek serupa lain juga sedang dipersiapkan di Makassar, Sulawesi Selatan.
 
< Prev   Next >

Statistik

Visitors: 30338


© 2009 Yayasan Pijar Cendikiawan.
Hosted By VIPNET Lampung