Home
Selamat Datang! di situs resmi Yayasan Pijar Cendikiawan, sebuah yayasan yang konsen di bidang Energi Terbarukan (Renewable Energy)
 
Training Driving Skills for Live
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Monday, 10 August 2009

          Asian Development Bank (2003) memberikan informasi mengenai data kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang cukup mengejutkan. Dimana,  97% kecelakaan lalu lintas yang terjadi disebabkan karena factor manusia dengan jumlah korban kecelakaan yang cukup fantastis. Sebanyak 24.500.000 kecelakaan menyebabkan  1.000.000 korban luka-luka dan 30.000 korban meninggal dunia dengan perinciaan pengguna motor sebanyak 73% dan pengguna mobil sebanyak 16%.  Kekhawatiran senada juga datang dari organisasi kesehatan dunia (WHO) yang memberikan informasi mengenai prediksi kecelakaan lalu lintas di tahun 2020 akan menjadi penyebab kematian ke tiga tertinggi di dunia.  

                Di sisi lain, isu perubahan iklim yang diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar fosil juga semakin mendapatkan perhatian dunia. IPPC (1996) menyebutkan bahwa sektor transportasi merupakan salah satu sektor penyumbang polusi udara yang menyebabkan peningkatan keasaman dan pencemaran umum CO2. Pada tahun 1990, sektor transportasi merupakan pengguna energi dunia sebesar 25% dan secara global telah menyumbangkan emisi CO2 sebesar 22%.

 

Selengkapnya...
 
Yayasan Pijar Cendikiawan dalam seminar nasional AVoER II
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Friday, 31 July 2009

Konsumsi sumber energi nasional yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan perekonomian menjadi suatu tantangan dalam pengelolaan energi nasional. Program konservasi dan diversivikasi energi telah dicanangkan pemerintah khususnya dalam print biru pengelolaan energi nasional 2005 – 2025 dan kepres nomor 5 tahun 2006.

Propinsi Sumatera Selatan dengan kondisi topografi yang berbukit dan dialiri banyak sungai serta pemanfaatan lahan yang sebagian besar untuk perkebunan dan pertanian merupakan potensi pengembangan sumber energi terbarukan seperti arus pasang surut sungai, sekam padi, minyak jarak dll. Selain itu 25% sumber energi tidak terbarukan nasional berada di Sumatera Selatan sehingga menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu tulang punggung bagi penyedia sumber energi tak terbarukan nasional.

Selengkapnya...
 
Hambatan & kondisi ideal pengembangan energi terbarukan
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Monday, 20 July 2009

Di banyak negara berkembang termasuk Indonesia sumber energi terbarukan (ET) merupakan sumber energi yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Suplay energi yang berasal dari sumber ET sudah mencapai angka 13.5% dari total kebutuhan energi dunia. Dimana 77.5% suplay ET berasal dari negara berkembang & negara sedang berkembang namun angka ini diperoleh  dari hydropower & biomass tradisional (arang dan kayu bakar)  yang jumlahnya mencapai 90% dari produksi ET (IEA, 2003). Jika ditinjau dari dampak sosial dan ekologi maka pemanfaatan kedua sumber ET ini harus mendapatkan perhatian lebih serius. Penggunaan biomass tradisional dapat menyebabkan polusi di dalam ruangan dan juga di luar ruangan dan juga dapat menyebabkan penyakit ispa bagi penggunanya. Sedangkan penggunaan hydropower dalam skala besar menyebabkan pengaturan kembali aliran air, pengaturan kembali populasi setempat, pengaturan habitat sekitar dan pengrusakan ”biodiversity”.  Pemanfaatan sumber ET yang dampaknya sangat kecil terhadap lingkungan dan struktur sosial disebut dengan teknologi energi terbarukan  modern  seperti energi angin, matahari, geothermal, modern biomass, micro hyro dan energi laut.

Selengkapnya...
 
Keberadaan energi sebagai penggerak UKM di pedesaan
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Monday, 13 July 2009
Pembangunan yang berkelanjutan
Strategi pembangunan harus dilihat sebagai suatu proses multidimensi yang dimulai dari aspek SDM, SDA, pembangunan ekonomi, sosial – budaya , hingga struktur kelembagaan kemasyarakatan yang kesemuanya ini tidak terlepas dari aspek managerial.
Kesatuan aspek-aspek tersebut merupakan pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pembuat kebijakan, masyarakat sebagai subjek & objek pembangunan, lembaga penelitian dan perguruan tinggi sebagai pencipta teknologi tepat guna dan juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat sebagai pendamping dari program pembangunan yang telah dikaji bersama kebermanfaatannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Selengkapnya...
 
Wanita & pemanfaatan energi di pedesaan
Ditulis oleh: Barony Herdiarto   
Monday, 06 July 2009
Kunjungan tim peneliti YPC ke salah satu desa dalam rangka menggali potensi energi terbarukan & pola penggunaan energi di desa tanpa aliran listrik PLN tersebut memberikan suatu wawasan bahwa dalam memilih sumber energi masyarakat desa lebih mengutamakan sumber energi yang terdapat disekitar mereka & harga energi yang paling murah. Hal ini terlihat dari 100% penduduk desa yang menggunakan kayu bakar sebagai sumber energi utama walau sebagian besar penduduk sudah memiliki kompor minyak tanah dan sebagian kecil juga memiliki kompor gas. 
Selengkapnya...
 

Login






Lupa Password?
Belum punya akun? Daftar

Statistik

Visitors: 102782

Yang Online

Status 16 Tamu Online


© 2010 Yayasan Pijar Cendikiawan.
Hosted By VIPNET Lampung